Saturday, 14 June 2008

HAKIKAT PENELITIAN SASTRA

1. Pengantar
Kehairan sastra di tengah peradaban manusia tidak dapat ditolak, bahkan sastra mengalami perkembangan yang luar biasa hingga saat ini dalam hasanah pengkayaan budaya bangsa. Sastra merupakan salah satu karya kreatif yang patut dikembangkan dalam cakrawala ilmu pengetahuan yang semakin melaju dan berkembang. Sastra terlahir disebabkan dorongan dan dasar manusia untuk mengungkapkan dirinya, menaruh minat terhadap manusia, kemanusiaan, dan menaruh simpati dan empati terhadap masalah dunia realitas yang berkembang sepanjang zaman. Sastra yang telah dilahirkan oleh para sastrawan diharapkan dapat memberi kepuasan estetik dan kepuasan intelek bagi manusia.


Memang harus diakui, tidak semua kalangan masyarakat dapat menikmati dan memahami sastra. Kita akui bahwa masyrakat sangat beragam, baik kecendrungannya, kemampuan ekonomi dan intelektualnya, maupun perhatiannya terhadap sastra. Ada masyarakat yang sama sekali tidak punya perhatian terhadap sastra. Ada sebagian masyarakat menjadi penikmat sastra dan ada pula masyarakat yang memperhatiakn dan peduli terhadap sastra, dan juga masyarakat pelaku sastra. Hal inilah yang menjadi persoalan dalam mengembangkan dan memajukan sastra yang harus segera dipecahkan. Karena itu, perlu ada penelaah dan penelitian terhadap sastra.
Tugas penelitian sastra tidak saja pada tataran menafsirkan makna perlambangan sastra, tetapi juga memberikan penilaian terhadap mutu penciptaan karya sastra. Hal ini perlu dilakukan sebagai wujud kepedulian dalam memberikan sumbangan pikiran terhadap pertumbuhan dan perkembangan sastra. Dengan adanya penelitian sastra diharapkan kepedulian masyarakat semakin meningkat, kualitas penciptaan sastra juga semakin meningkat, dan perkembangan ilmu sastra menjadi meningkat pula.

2. Pentingnya Penelitian Sastra
Teeuw (1982:17) mengungkapkan bahwa dalam dasa warsa belakangan ini ilmu sastra internasional berkembang sangat cepat ke arah yang menjadikan ilmu sastra sangat penting. Hal inilah yang perlu diperhatikan oleh peneliti, khususnya di Indonesia, agar perkembangan sastra Indonesia sejalan dengan perkembangan ilmu sastra dunia. Dalam penelitan sastra, peneliti tidak hanya melakukan kegiatan ilmiah murni, tetapi juga ikut serta menyebarluaskan dan mencermati segala detil perkembangan sastra, menyeleksi, menyunting teksm menafsirkan, dan menjelaskan, latar belakang sosial budaya dan sejarah perkembangannya.
Perkembangan sastra di Indonesia sangat menggembirakan pada dekade belakangan. Hal ini terbukti dari semakin meningkatnya jumlah dan kualitas hasil karya sastra, baik berkenaan dengan sastra daerah maupun berkenan dengan sastra Indonesia. Kenyataan yang baik iniharus didukung agar hasil karya sastra dapat memenuhi kebutuhan emosional dan intelektual masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia.
Tanggung jawab dalam hal pembinaan dan pengembangan sastra tidak hanya menjadi beban para peneliti, tetapi juga menjadi tanggung jawab para kritikus sastra, para penerjemah, para sastrawan, budayawan, dan guru sastra, serta seluruh masyarakt Indonesia, khususnya yang memiliki kepedulai khusus terhadap sastra. Rasa bangga dan cinta terhadap segala hasil budaya, termasuk sastra, harus ditumbuhkembangkan di hati masyarakat Indonesia, dalam segala strata. Karena itu, sastra harus lebih didekatkan dan lebih dilekatkan dengan hati masyarakat Indonesia. Para peneliti dan para pemerhati sastra harus mampu dan mau bekerja keras mengembangkan, memajukan, dan memasyarakatkan sastra, tidak hanya pada skala nasional, regional tetapi juga pada skala internasional.
Kekayaan sastra di Negara Indonesia sangat luar biasa banyaknya. Dukungan berbagai jenis bahasa daerah terhadap pengembangan sastra Indonesia sangat membuktikan bahwa Indonesia sangat kaya dengan sastra. Adakah kekhawatiran akan terjadinya stagnasi dalam sastra Indonesia, termasuk sastra daerah?, kekhawatiran itu haruslah ada. Karena itu, upaya memngembangkan sastra Indonesia melalui jalur penelitian harus tetap dilakukan sepanjang masa.

3. Dasar Tolak Penelitian Sastra
Manusia mempunyai kodrat untuk serba ingin tahu, itulah sebabnya manusia senantiasa mencari dan memnemukan sesuatu, serta mengembangkannya untuk menyempurnakan dirinya. Rasa ingin tahu itulah modal yang paling besar untuk merangsang manusia sengaja menghimpun keterangan, fakta, dan pengetahuan dalam kehidupan.
Beberapa saluran atau upaya yang melatarbelakangi pemerolehan pengetahuan manusia dalam kehidupannya sehari-hari sebagaimana diungkapkan oleh Walize (1986:10) berikut ini.
a. Melalui Revalasi
Pengetahuan manusia diperoleh melalui pengalaman yang secara kebetulan lewat pengalaman pribadi yang muncul secara spontan, seperti pengalaman religius, pengalaman mistis, keajaiban alam.

b. Melalui Otoritas
Pengetahuan manusia diterima melalui orang-orang yang memiliki otoritas atau wibawa yang diyakini sebagai kebenaran yang patutditerima, keyakinan itu muncul berdasarkan kenyataan bahwa orang-orang yang bersangkutan memiliki pengalaman luas dalam suatu bidang sehingga apa saja yang dikatakannya dianggap benar dan tidak perlu dibantah atau dipertanyakan lagi.

c. Melalui Intuisi
Intuisi adalah suatu daya atau kemampuan melihat sesuatu kebenaran atau kenyataan tanpa pengalaman langsung atau tanpa dibantu oleh proses logika. Intuisi tersebut berupa hubungan-hubungan tidak sadar yang memberikan sebuah simpulan tentang apa yang diamati atau yang dialami.

d. Melalui Pendapat Umum
Pendapat umum yang ada atau sudah lama ada seringkali menjadi pegangan dan dijadikan pegangan dan pengetahuan. Pendapat umum ini kadang-kadang dibentuk oleh perpaduan intuisi, pengalaman pribadi, dan otoritas. Pendapat umum tersebut seringkali dipegang dalam jangka lama dan berubah setelah muncul pendapat umum baru.
e. Melalui Ilmu
Proses memperoleh pengetahuan dengan ilmu berbeda dengan cara-cara yang telah disebutkan di atas. Pengetahuan yang diperoleh dengan ilmu adalah pengetahuan yang telah teruji dengan metode-metode ilmiah. Metode-metode tersebut diawali dengan konsepsi gambaran tentang masalah, melakukan proses penemuan, penciptaan, mengambarkan, dan menafsirkan hasil pengamatan.

Pengetahuan yang diperoleh tersebut senantiasa dipertanyakan keabsahannya. Untuk itu timbullah upaya untuk mencari tahu atau menemukan kebenaran yang lebih sahih dan lebih diyakini. Untuk memverifirikasi keabsahan itu yang sudah ada orang melakukan berbagai usaha seperti perenungan kembali, melakukan kegiatan penemuan penyelidikan, dan penelitian.
Dalam melakukan penelitian itu terdapat dua kemungkinan bentuk kegiatan, yaotu (a) pertama, penelitian yang dilakukan dengan berpegang atau bertolak dari teori yang telah ada sebelumnya, dan (b) kedua, penelitian yang sifatnya memperkaya ilmu tersebut dengan jalan mencari dan menemukan teori-teori baru yang sesuai dengan kondisi dan situasi.

4. Tujuan Penelitian Sastra
Tujuan penelitian sastra adalah menemukan, mengembangkan, atau menguji kebenaran suatu pengetahuan secara empiris berdasarkan data dan fakta, pengembangan atau pengujain kebenaran yang dicapai dengan penelitian tentulah digunakan sebagai dasar atau fondasi melakukan tindakan.
Di dalam pengembangan ilmu sastra, teori sastra, kritik sastra, dan sejarah sastra diberlakukan adanya rangkaian penelitian. Terutama untuk mengukuhkan dan meverifikasi teori-teori yang telah ada dan kalau perlu berusaha menemukan teori-teori baru yang relevan.

5. Jenis Penelitian
Penelitian sastra lebih banyak berupa penelitian perpustakaan, yaitu penelitian yang dilakukan di dalam ruang kerja peneliti atau di ruang perpustakaan, data dan objek penelitiaanya lewat buku-buku. Selain jenis penelitian perpustakaan, penelitian sastra juga dapat dilakukan di lapangan, seperti penelitian terhadap sastra lisan, folklor, dan teater tradisional.
Dilihat dari metode kerja, penelitian sastra dapat dibedakan atas penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif menggunakan analisis statistik dan model matematik. Penelitian kulaitatif merupakan penelitian yang mengutamakan kedalaman penghayatan terhadap interaksi antarkonsep yang sedang dikaji. Kajian analisis yang digunakan bukan menggunakana analisis statistik atau analisis matematik. Penelitian sastra lebih mengarah pada penelitian jenis kualitatif.
Share:

HUT RI

HUT RI

DONASI VIA BANK

0343015615
A/N: IBNU HARIF HALILI
KANTOR CABANG KANGEAN
768801011294502
A/N: SUPARTO
KANTOR CABANG KANGEAN

Komentar

Total Pageviews

Followers