Monday, 14 July 2008

BULAN BAHASA DAN SASTRA 2008

Latar Belakang
Tahun 2008 merupakan tahun yang istimewa bagi bangsa Indonesia. Pada tahun ini kita memperingati satu abad kebangkitan nasional, 80 tahun Sumpah Pemuda, dan 10 tahun reformasi. Tiga peristiwa besar itu merupakan tonggak sejarah yang tidak akan pernah terlupakan oleh seluruh bangsa Indonesia.
Kebangkitan nasional yang diprakarsai oleh organisasi Boedi Oetomo itu telah membuka lembaran baru bagi tumbuhnya rasa nasionalisme bangsa Indonesia. Sejak itu, di dada setiap pemuda Indonesia mulai berdetak keinginan untuk bangkit bersatu menggalang kekuatan guna membebaskan diri dari belenggu penjajahan. Sejak itu pula, kesadaran akan pentingnya pendidikan pun mulai tumbuh karena disadari bahwa perjuangan membutuhkan orang-orang yang berpikiran cerdas dan bersemangat maju.
Berdirinya organisasi Boedi Oetomo telah mengilhami para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara untuk mendirikan organisasi-organisasi kepemudaan di wilayahnya masing-masing. Pada Oktober 1928 para pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan itu berkumpul, bermusyawarah, dan kemudian berhasil menyepakati tiga butir ikrar yang selanjutnya dikenal dengan nama Sumpah Pemuda, yaitu mengaku bertanah tumpah darah yang satu, tanah air Indonesia; mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ketiga ikrar yang menjadi tekad politik para pemuda Indonesia itu merupakan tonggak sejarah yang amat penting bagi kehidupan bangsa Indonesia pada masa selanjutnya.
Ikrar ketiga, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia, tahun ini memperoleh momentum karena Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia bersama Departemen Pendidikan Nasional telah bersepakat untuk menjadikan tahun 2008 sebagai Tahun Bahasa. Pernyataan tahun 2008 sebagai Tahun Bahasa kiranya sangat tepat karena—seperti yang telah dikemukakan di atas—pada tahun ini kebangkitan nasional genap berusia satu abad dan Sumpah Pemuda genap berusia 80 tahun.
Usia 80 tahun Sumpah Pemuda itu juga berarti 80 tahun sudah bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional. Namun, apakah itu juga berarti seluruh bangsa Indonesia telah menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia? Apakah kita juga telah menempatkan bahasa Indonesia dalam posisi yang bermartabat untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri pada era global ini? Kinilah saatnya kita merenungkan kembali makna Sumpah Pemuda, dan kini pulalah saatnya kita bangkitkan kembali semangat persatuan dengan mengutamakan bahasa nasional, bahasa Indonesia.
Pada Tahun Bahasa ini, Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional selain menyelenggarakan peringatan Ulang Tahun Ke-35 Kerja Sama Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia dan Kongres IX Bahasa Indonesia pada Oktober 2008, juga menggelar acara Bulan Bahasa dan Sastra sepanjang tahun ini sebagai upaya menggelorakan semangat kebangsaan dalam Tahun Bahasa 2008.
Tema
Berdasarkan pemikiran sebagaimana yang telah dikemukakan di atas, Bulan Bahasa dan Sastra 2008 ini mengambil tema “Pengutamaan Bahasa Indonesia Menuju Pemartabatan Bangsa”.
Tujuan
Sesuai dengan tema tersebut, kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2008 bertujuan meningkatkan peran bahasa dan sastra Indonesia dalam memantapkan jadi diri bangsa menuju Indonesia yang berkepribadian, bermartabat, dan berperadaban maju. Kegiatan.
Kegiatan yang dilakukan dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra 2008 ini adalah sebagai berikut.
1. Adibahasa
Perubahan yang terjadi dalam tatanan kehidupan global telah membawa pengaruh pada perilaku masyarakat dalam bertindak dan berbahasa, seperti yang tampak pada kecenderungan menggunakan bahasa asing di dalam pertemuan-pertemuan resmi, di media-media massa, dan di tempat-tempat umum. Kecenderungan tersebut merupakan indikasi bahwa ruang gerak penggunaan bahasa Indonesia sebagai lambang jati diri dan jiwa bangsa mengalami penyempitan. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini Pusat Bahasa akan melakukan penilaian penggunaan bahasa di seluruh provinsi guna memantapkan kembali penggunaan bahasa Indonesia di tempat-tempat umum demi memartabatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. Provinsi yang menggunakan bahasa terbaik akan memperoleh Piala Adibahasa.
2. Penghargaan bagi Tokoh Masyarakat
Seperti yang telah dilakukan pada tahun 2005, Pusat Bahasa pada tahun 2008 ini akan memberikan penghargaan kepada tokoh masyarakat yang mampu memberikan keteladanan berbahasa bagi masyarakat. Tujuannya adalah untuk memberikan motivasi agar setiap tokoh masyarakat dapat menjadi teladan bagi masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar.
3. Pemilihan Duta Bahasa
Sejak Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 para pemuda telah berperan aktif dalam memajukan bahasa dan bangsa. Semangat dan ketokohan Pemuda, dan kini pulalah saatnya kita bangkitkan para pemuda itu akan diimplementasikan kembali dengan memilih sepasang muda mudi sebagai duta bahasa yang memiliki kemahiran, sikap, dan perilaku berbahasa yang dapat dijadikan teladan. Pemilihan akan dilakukan secara berjenjang. Untuk tingkat provinsi, di luar DKI Jakarta, pemilihan dilakukan di Balai/Kantor Bahasa setempat dan untuk provinsi DKI Jakarta, pemilihan dilakukan di Pusat Bahasa.
4. Penilaian Penggunaan Bahasa di Media Massa Cetak
Media massa sering dijadikan barometer penggunaan bahasa ndonesia yang baik dan benar oleh masyarakat. Namun, pada kenyataannya belum semua media massa dapat dicontoh penggunaan bahasanya. Dalam kaitan itu, guna mendorong peningkatan mutu penggunaan bahasa Indonesia di media massa, akan dilakukan penilaian terhadap penggunaan bahasa di media massa cetak untuk memperoleh pemeringkatan media massa cetak yang menggunakan bahasa Indonesia terbaik.
5. Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional.
Musikalisasi puisi dapat dijadikan salah satu upaya untuk mening-katkan apresiasi masyarakat terhadap sastra, dalam hal ini siswa SLTA, termasuk Madrasah Aliyah, tingkat nasional. Setiap penyelenggaraan kegiatan itu selalu banyak peminatnya. Oleh karena itu, pada Bulan Bahasa dan Sastra 2008 ini akan diadakan kegiatan serupa. Penilaian kegiatan itu akan dilakukan secara berjenjang. Untuk tingkat provinsi, di luar DKI Jakarta, penilaian dilakukan di Balai/Kantor Bahasa setempat dan untuk provinsi DKI Jakarta, penilaian dilakukan di Pusat Bahasa. Pemenang pertama akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti festival nasional.
6. Pentas Sastra
Kegiatan ini bertujuan memfasilitasi sanggar atau komunitas sastra dalam berunjuk kebolehan melalui pementasan. Pusat Bahasa akan menggelar acara itu selama kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2008. Kegiatan ini terbuka untuk umum. Sanggar ataupun komunitas sastra yang berminat tampil dalam pentas itu diharapkan segera mendaftarkan diri di Pusat Bahasa.
7. Seminar Kebahasaan dan Kesastraan
Seminar yang dilaksanakan dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra serta Tahun Bahasa 2008, antara lain, sebagai berikut.
a. Seminar Nasional XVI Himpunan Pembina Bahasa Indonesia, Yogyakarta, 16—18 Mei 2008.
b. Seminar Nasional Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah, Mataram, 24—26 Juni 2008.
c. Seminar Regional Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing, Malang, 18 Juni 2008.
Kongres IX Bahasa Indonesia, Jakarta, 28 Oktober—1 November 2008
8. Sayembara Penulisan Proposal Penelitian Bahasa dan Sastra untuk Mahasiswa (Tingkat Nasional).
Dalam penyelesaikan studinya pada jenjang S-1, mahasiswa mendapat tugas untuk melakukan penulisan karya ilmiah yang berupa skripsi. Dalam penulisan skripsi ini tidak jarang mahasiswa mengalami berbagai kendala. Salah satu di antaranya adalah kendala biaya. Untuk mengatasi kendala itu, dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra 2008 Pusat Bahasa menyelenggarakan Sayembara Penulisan Propo-sal Penelitian dengan tujuan, antara lain, untuk membantu mahasiswa S-1 dalam penyelesaian skripsi dan sekaligus menarik minat mahasiswa dalam melakukan penelitian kebahasaan/ kesastraan.
9. Sayembara Penulisan Cerpen Remaja Tingkat Nasional.
Sayembara Penulisan Cerpen Remaja ini diselenggarakan untuk menggairahkan kehidupan sastra yang bertemakan kehidupan remaja serta pengembangan kegiatan penulisan kreatif di kalangan remaja. Peserta sayembara ini diharapkan datang dari para remaja yang berusia 12—20 tahun dari seluruh Indonesia. Penilaian dilakukan secara berjenjang. Untuk tingkat provinsi, di luar DKI Jakarta, penilaian dilakukan di Balai/Kantor Bahasa setempat, dan untuk provinsi DKI Jakarta, penilaian dilakukan di Pusat Bahasa.
10. Bengkel Sastra untuk Siswa SLTP dan SLTA.
Upaya meningkatkan apresiasi masyarakat, dalam hal ini siswa SLTP dan SLTA, termasuk Madrasah Aliyah, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah melaui kegiatan bengkel sastra. Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Pusat Bahasa sejak tahun 1994 itu akan dilaksanakan pula pada Bulan Bahasa dan Sastra 2008.
11. Sayembara Penulisan Esai Pengajaran Bahasa/Sastra untuk Guru SD (Tk. Nasional)
Salah satu faktor keberhasilan pembelajaran bahasa/sastra di sekolah ditentukan oleh guru yang profesional. Guru memegang peranan penting dalam mencapai keberhasilan pembelajaran bahasa/sastra. Dalam kaitan itu, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendorong semangat para guru dalam meningkatkan kemampuannya, khususnya yang berkaitan dengan keterampilan menulis.
12. Sayembara Penulisan Puisi bagi Siswa SD.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menggairahkan kehidupan sastra adalah melalui penciptaan puisi. Dalam konteks itu, untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sastra itulah, Sayembara Penulisan Puisi bagi Siswa SD tingkat nasional diadakan. Peserta yang berminat dipersilakan mengirimkan karyanya langsung ke alamat panitia di Pusat Bahasa.
13. Lomba Kaligrafi Bahasa Indonesia.
Kalau selama ini kaligrafi hampir selalu dibuat dalam bahasa Arab, dalam lomba kali ini kaligrafi ditulis dalam bahasa Indonesia. Isinya berupa kalimat-kalimat yang mengandung kearifan lokal dari masyarakat Indonesia. Materinya dapat diambil dari kekayaan bahasa dan budaya bangsa dari berbagai daerah di Indonesia.
14. Lomba Pembuatan Poster.
Lomba Pembuatan Poster ini ditujukan kepada masyarakat umum. Poster hendakn berisi imbauan atau ajakan untuk mengutamakan, mencintai, atau memartabatkan bahasa Indonesia sebagai lambang jati diri dan citra bangsa. Tujuannya, antara lain, untuk mengajak masyarakat agar tetap mencintai bahasa Indonesia sebagai lambang jati diri bangsa.
15. Debat Bahasa Antarmahasiswa.
Maraknya penggunaan bahasa asing, baik di media massa maupun di tempat-tempat umum menyebabkan ruang gerak bahasa Indonesia kian menyempit. Hal itu memunculkan berbagai pendapat di kalangan masyarakat. Terkait dengan itu, bagaimana pandangan mahasiswa terhadap masalah tersebut? Apakah solusi yang ditawarkan untuk mengatasi persoalan tersebut? Debat bahasa antarmahasiswa ini diharapkan dapat menjawab pertanyaan itu.
16. Pameran Kebahasaan dan Kesastraan.
Di dalam kegiatan ini dipamerkan sejumlah terbitan mutakhir Pusat Bahasa dalam bidang kebahasaan dan kesastraan. Pengunjung dapat membeli terbitan tersebut dan dapat juga melihat terbitan mutakhir Pusat Bahasa atau penerbit lain, khususnya yang berkenaan dengan bidang kebahasaan dan kesastraan.
17. Layanan Kebahasaan dan Kesastraan
Kegiatan ini berupa pelayanan konsultasi secara gratis kepada peminat bahasa dan sastra, terutama siswa, mahasiswa, guru, dosen, aparat pemerintah, pengusaha, dan masyarakat umum. Selain itu, juga diberikan layanan pengujian bahasa Indonesia dengan UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia kepada para pelajar/ mahasiswa, guru/dosen, pegawai, atau Anda yang berprofesi lain.
Alamat Panitia
Bulan Bahasa Dan Sastra 2008
Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun
Jakarta Timur 13220
Telepon (021) 4896558, 4706287, 4706288 pswt 151; 157
Faksimile (021) 4750407
Pos-el (E-mail): pusba@indo.net.id;
mustakim@indo.net.id
Laman: www.pusatbahasa.diknas.go.id

Source :
Share:

HUT RI

HUT RI

DONASI VIA BANK

0343015615
A/N: IBNU HARIF HALILI
KANTOR CABANG KANGEAN
768801011294502
A/N: SUPARTO
KANTOR CABANG KANGEAN

Komentar

Total Pageviews

Followers