Monday, 14 July 2008

UI Madura Haramkan Golput

TEMPO Interaktif, Surabaya: Mulai hari Senin ini (14/7) Majelis Ulama Indonesia se Madura berkampanye agar masyarakat tidak golput karena golput adalah perbuatan haram.

“Kami serukan agar warga tidak golput dan masyarakat menggunakan hak pilihnya,” kata KH Mahfudz Hadi, koordintor MUI wilayah Madura kepada TEMPO, Senin (14/7).

Keputusan bahwa golput haram, kata Mahfudz, dibahas dalam rapat koordinasi di kantor MUI Sumenep Minggu lalu.

Dalam rapat ini, pengurus MUI se pulau Madura mengeluarkan fatwa bahwa golput hukumnya haram, baik dalam pemilihan gubernur, legislatif maupun pemilihan presiden. Alasannya, dalam Islam memilih pemimpin itu wajib.

“Jadi kalau memilih pemimpin wajib, kalau golput (tidak memilih) hukumnya haram,” tegasnya.

Mahfudz yang juga ketua MUI Bangkalan ini menyebutkan, pemilihan gubernur misalnya dilakukan untuk memilih pemimpin yang dapat melayani umat. "Maka jika ada orang Islam yang golput dia dianggap mengabaikan kepentingan umat," katanya.

Pertimbangan diputuskannya fatwa haram bagi golput ini, menurut KH Achmad Syafraji, ketua MUI Sumenep, antara lainnya dikuatkan dalil "Nasbul Imamah Wajibun" (memilih pemimpin itu wajib) seperti yang ditulis di kitab Khusnul Hamidiyah karangan Imam AL Mawardi.

Selain itu, kata Syafraji, tindakan golput juga berdampak negatif pada tatanan pemerintahan dan lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya.

Fatwa MUI Madura yang menyatakan golput adalah haram, kata Syafraji, akan mendorong masyarakat untuk mensukseskan pemilihan Gubernur Jawa Timur. “Jika terjadi golput dan pemilihan gubernur tidak suksus, hasil pemilihan tidak legitimij” tegasnya.

Rencananya mulai hari Senin ini, fatwa golput adalah haram akan disebar luaskan MUI ke seluruh masyarakat se pulau Madura untuk dijadikan rujukan masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan Gubernur pada 23 Juli nanti.


Sanggahan Yang Punya blog :

Atas dasar apakah para MUI memutuskan GOLPUT itu diharamkan, sepertinya halal haram sekarang dijadikan bahan permainan dalam politik, apakah memamang ada pada zaman para nabi istilah menghalal dan mengharamkan pilihan hati nurani manusia sebagai khalifah di bumi ini, pada Kiai dan anggota MUI sudah menkiaskan maslah golput pada dua pegangan umat islam yaitu al-Qur'an dan Hadits yang ditinggalkan oleh
Muhammad s.a.w.

MUI dalam penyebaran pendapat tentang pengharaman golpu seharusnya menjelaskan atas dasar sesuai al-Qur'an dan Hadits secara mendetail di depan penduduk atau khalayak ramai agar tidak terjadi perpecahan golongan dalam umat islam itu sendiri.

untuk para pembaca berikan komentar anda tentang putusan MUI madura mengharamkan golpun. sepertinya para kiai sudah terjun dan terjerumus dalam dunia politik tidak lagi menghafalkan kitab kuning dan kitab-kitab yang mereka miliki yang seharusnya diajarkan pada santri dan penduduk umumnya akan tetapi para kia sudah memasuki dunia kotor yaitu dunia politik yang penuh dengan kelicikan dan perpecahan. bukti perpecahan itu sendiri sudah kita lihat di depan mata contohnya perpecahan partai islam yang mereka sama-sama mempunyai visi dan misi keislaman. golput adalah pilihan nurani rakyat, karena belum tentu juga orang yang mencalonkan diri untuk dipilih itu sesuai dengan syariah islam, maka pantas atau tidak pantaskan golpu itu diharamkan jika orang yang dipilih juga seperti itu.Jajak Pendapat
Share:

HUT RI

HUT RI

DONASI VIA BANK

0343015615
A/N: IBNU HARIF HALILI
KANTOR CABANG KANGEAN
768801011294502
A/N: SUPARTO
KANTOR CABANG KANGEAN

Komentar

Total Pageviews

Followers