Monday, 11 August 2008

deny pasla
Beberapa jam kemudian, Deny baru membalas SMS saya. “Ada acara apa?” Saya pun menjawab bahwa saya, bersama seorang teman, sedang meneliti tentang Islam di Peureulak. Selama ini, yang tercatat di buku-buku sejarah, Islam tertua di Nusantara itu di Pasai. Rupanya, belakangan, muncul keyakinan baru yang diperkuat oleh sebuah seminar bertaraf internasional di Kuala Simpang pada 1980 yang menyatakan bahwa Islam tertua itu di Peureulak.

“Kok nggak ngajak-ngajak?” balas Deny lagi. Saya sendiri diajak orang, jawab saya. Tapi tak lama kami ngobrol lewat SMS, sebagaimana dengan Zab. Saya sendiri lagi sibuk, mungkin begitu pun dengan Deny. Yang dapat saya catat: Deny Pasla adalah salah seorang penyair penting di Aceh. Puisi-puisinya relatif berbeda dengan arus perpuisian di Aceh, yang lugas dan minim simbol, yang tentu saja itu dipengaruhi oleh karakter orang Aceh yang lugas dan terbuka.

Puisi-puisi Deny Pasla sangat kental dengan simbol, naratif, semangat bermain-main dengan bahasa, idiom-idiomnya segar dan mengejutkan, bahkan terkadang khusyuk. Coba simak baris puisi Deny berjudul Dzikir Anak Laut yang dimuat di buku “Maha Duka Aceh” (2005): aku dengar semalam derumu yang pilu menyeru anak laut berdzikir/kepada daratan, kota-kota di dunia, karena mereka tidak pernah tidur dan lupa/tak ubuahnya seperti balita terpedaya oleh boneka/ternyata laut juga punya kuasa…

Deny Pasla lahir di Langsa, 22 November 1968. Lulus kuliah di Deploma III Jurusan Sejarah dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh (1992), ia menjadi guru di Kuala Simpang (dulu Kabupaten Aceh Timur, kini Kabupaten Aceh Tamiang). Sekaligus, ia menjadi korespoden sebuah koran Medan untuk Kuala Simpang dan sekitarnya.

Saya lama kehilangan kontak dengan Deny. Seperti saya katakan tulisan sebelumnya, saya tidak ingat persis kapan kami terakhir ketemu di Banda Aceh. Yang pasti, kami berteman baik. Ketika di Banda Aceh, Deny tinggal (kost) di Kompleks Cinta Kasih. Ini berada di sekitar kampus Universitas Syiah Kuala. Jika kita datang dari arah kota Banda Aceh ke Darussalam, kita bisa turun labi-labi (mikrolet) sekitar seratus meter sebelum perempatan Fakultas Ekonomi Unsyiah. Lalu, kita berjalan kaki memasuki lorong sejauh sekitar 100 meter.

Kamar-kamar kos Kompleks Cinta Kasih dibangun berbaris memanjang, terbuat dari papan, bukan beton permanen. Lantainya semen biasa. Selain Deny Pasla, di kompleks itu tinggal beberapa penyair dan kreator sastra lainnya, seperti Anhar Sabar dan Ansor Tambunan (Ucok TB). Tak terlalu jauh dari situ, yakni Kompleks Ayahanda, tinggal seorang penyair lain yakni J Kamal Farza (kini bekerja di BRR). Jika sedang main ke Darussalam, biasanya saya datang ke dua kompleks itu sekaligus.

Sedang main? Ya. Sebab, saya tidak kuliah di sana. Saya kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIEI) Banda Aceh, kampusnya di Lamlagang. Tapi, saya banyak bergaul dengan mahasiswa di Syiah Kuala, baik penggiat sastra maupun bukan, mengelola Forum Kajian Sosial dan Demokrasi bersama J Kamal Farza, juga aktif dalam diskusi rutin transformasi sosial di sebuah ruang kantor Profesor Bahrein T Sugihen, yang diikuti banyak pemikir di Aceh, seperti Otto Syamsuddin Ishak, Yarmen Dinamika, TA Sakti, Saleh Safei, Saifuddin Bantasyam, Risman A Rachman, Teuku Ahmad Dadek, Muhammad Saleh, dan sebagainya.

Kembali ke Deny Pasla. Selain menulis puisi, Deny juga menulis cerpen dan esai. Ia juga aktif di Sanggar Cempala Karya (pimpinan penyai Sulaiman Juned, kini Dosen Teater STSI Padangpanjang, Sumatera Barat, dan belum lama menyelesaikan S2-nya di STSI Solo). Deny, Anshor, Budi Arianto (penyair, kini memimpin sebuah LSM di Aceh), juga Zab Bransah, banyak memberi warna terhadap perjalanan sanggar itu. Saya pun kadang ikut “main” ke sanggar mereka saat latihan, termasuk ketika mereka latihan alam di pantai Lhoknga.

(BERSAMBUNG…)




Share:

HUT RI

HUT RI

DONASI VIA BANK

0343015615
A/N: IBNU HARIF HALILI
KANTOR CABANG KANGEAN
768801011294502
A/N: SUPARTO
KANTOR CABANG KANGEAN

Komentar

Total Pageviews

Followers