Tuesday, 16 June 2009

Ironis: Gas Alam Madura dibelokkan ke Bali

Jumat, 18/07/2008 07:28 WIB
Prime Petro Jajaki Pinjaman 4 Bank
Indro Bagus SU - detikhot

Gambar
Due Diligence Meeting and Public Expose of The Exploiter

Due Diligence Meeting and Public Expose of The Exploiter

(Foto: Suhendra-detikFinance)

Jakarta Calon emiten baru Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Prime Petroservices sedang menjajaki pinjaman sebesar Rp 2 triliun dengan 4 bank, terkait pendanaan proyek LNG Pagerungan-Bali.

“Kami sedang melakukan pembicaraan dengan 2 bank lokal dan 2 bank asing untuk pendanaan proyek LNG. Nilai pinjaman yang dibidik sebesar Rp 2 triliun,” ungkap Direktur Keuangan Prime, Didit Agri Pinanto saat dihubungi detikFinance, Kamis (17/7/2008).

Sayangnya, Didit masih enggan membeberkan nama-nama bank tersebut. Namun proses finalisasi sindikasi pinjaman diharapkan rampung sebelum tahun 2008 berakhir.

“Kami harapkan tahun ini, karena pengerjaan proyek ini dimulai awal 2009 mendatang,” ujar Didit.

Dalam proyek LNG tersebut, Prime Petro ditunjuk oleh PT Indonesia Power, anak usaha PT PLN, untuk mengurus pasokan gas alam cair (LNG) dari sumber gas di Pagerungan, Madura ke pembangkit listrik Indonesia Power di Bali selama 16 tahun.

“Jadi tadinya PLN bermaksud menyalurkan gas dari Pagerungan ke Bali dengan pipa. Namun biaya pembangunan pipa terlalu mahal. Oleh karena itu, kami ditunjuk menjamin pasokan LNG dari Pagerungan ke Bali,” ulas Didit.

Mekanisme yang akan ditangani Prime Petro adalah mengubah LNG yang ada di Pagerungan menjadi cair, kemudian membawanya dengan kapal perseroan ke Bali, kemudian di sana diubah kembali menjadi gas.

“Nilai investasi proyek ini sekitar US$ 310 juta atau sekitar Rp 2,852 triliun. Pembangunan infratsruktur awal 2009 dan operasi ditargetkan akhir 2010,” ujar Didit.

Komposisi pendanaannya 30% menggunakan kas internal, sedangkan 70% atau setara dengan Rp 2 triliun diperoleh dari pinjaman perbankan yang saat ini sedang dijajaki.

“Kas internal sekitar 852 miliar. Dananya kami ambil dari hasil IPO dan waran, serta cashflow kami,” ujar Didit.

Rencananya, Prime Petroservices akan mencatatkan sahamnya di BEI pada Agustus mendatang. Jumlah saham yang dilepas sebanyak 1,782 miliar saham (30%) dengan kisaran harga Rp 180-220 per saham. Dana hasil IPO ditargetkan mencapai Rp 320-390 miliar. Selain itu, Prime juga akan menerbitkan waran seri I sebanyak 1,425 miliar lembar dengan rasio 5:4 seharga Rp 225-275 per lembar. Dana hasil waran ditargetkan Rp 300-400 miliar.

Bertindak sebagai penjamin emisi PT Madani Securites, PT Recapital Securites dan PT Ciptadana Securites.

Dana hasil IPO rencananya akan digunakan sekitar 90% untuk investasi baru berupa pembangunan fasilitas produksi minyak dan gas bumi, pembelian rig dan alat-alat pengeboran serta pembangunan fasilitas LNG. Sementara sisanya 10% untuk modal kerja.

Pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) diharapkan keluar pada 14 Agustus, masa penawaran 19-21 Agustus, dan pencatatan di BEI pada 26 Agustus.
(dro/ir)

http://www.detikhot.com/read/2008/07/18/072802/973693/6/prime-petro-jajaki-pinjaman-4-bank
Share:

HUT RI

HUT RI

DONASI VIA BANK

0343015615
A/N: IBNU HARIF HALILI
KANTOR CABANG KANGEAN
768801011294502
A/N: SUPARTO
KANTOR CABANG KANGEAN

Komentar

Total Pageviews

Followers